Bismillah.....
Perjalanan saya sebagai praktisi Talents Mapping berawal dari dunia kesehatan. Selama lebih dari dua belas tahun bekerja di laboratorium puskesmas, saya menyadari bahwa hasil pemeriksaan laboratorium bukanlah sekadar angka. Di balik setiap hasil pemeriksaan terdapat kisah, kebiasaan, cara berpikir, emosi, dan perjalanan hidup seseorang yang ikut memengaruhi kondisi kesehatannya.
Kesadaran tersebut mendorong saya untuk memperluas cara pandang terhadap manusia. Saya kemudian mempelajari Akupunktur Traditional Chinese Medicine, yang semakin menguatkan keyakinan bahwa kesehatan perlu dipahami secara holistik, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari keseimbangan tubuh, pikiran, dan kehidupan seseorang.
Perjalanan itu belum berhenti. Setelah menyelesaikan pendidikan akupunktur, saya berkenalan dengan Talents Mapping. Dari sinilah saya menemukan cara yang lebih mendalam untuk memahami potensi manusia, dimulai dari mengenal diri sendiri. Saya belajar bahwa setiap orang diciptakan dengan bakat yang unik, dan ketika seseorang bekerja sesuai kekuatan alaminya, ia akan lebih mudah bertumbuh, berkarya, dan menjalani hidup dengan penuh makna.
Pemahaman tersebut menjadi titik balik dalam hidup saya. Setelah lebih dari lima belas tahun meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara, saya memilih kembali ke rumah agar dapat lebih hadir membersamai ketiga putra-putri saya sekaligus membangun karier yang lebih otentik dan selaras dengan fitrah.
Sebagai praktisi Talents Mapping, saya percaya bahwa mengenali bakat bukan sekadar untuk menentukan pekerjaan, tetapi merupakan langkah awal untuk memahami diri, membangun kehidupan yang lebih selaras, serta mengambil keputusan yang tepat dalam keluarga, karier, maupun pengembangan diri.
Saya memahami bahwa, setiap orang telah membawa potensi terbaik sejak lahir. Tugas kita bukan menjadi orang lain, melainkan menemukan, mengembangkan, dan menghidupkan potensi yang telah Allah titipkan agar dapat memberi manfaat yang lebih luas bagi sesama.