Tumbuh dan berkembang di lingkungan pendidikan membuat saya tertarik dengan aktivitas pengembangan. Di sisi lain, daerah saya dikelilingi kawasan industri di pinggiran kota dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Hal ini memanggil saya untuk terjun ke dunia pendidikan yang mendorong lulusannya memiliki kemandirian dan pola pikir wirausaha untuk dapat meningkatkan taraf hidup orang-orang di sekitar saya. Muncul pertanyaan, kenapa dua hal penting ini menjadi ketertarikan saya? Menariknya Talents Mapping hadir menjelaskan peristiwa tersebut dengan menggunakan pendekatan bakat terkuat saya.
.
Dengan bakat CONNECTEDNESS, saya terdorong untuk mencari makna dan keterhubungan peristiwa-peristiwa penting dalam hidup saya. Termasuk misi hidup saya tadi. Bakat DEVELOPER kemudian menjadi motor misi ini. Ada kebahagiaan saat mendampingi proses dan jadi bagian dari kesuksesan orang lain. Proses ini dimulai dengan mendeteksi keunikan dan potensi melalui bakat INDIVIDUALIZATION, lalu mendengar dengan seksama untuk dirasakan dan mendapatkan gambaran dari sudut pandang mereka dengan Bakat EMPATHY saya. Informasi dan perasaan yang saya peroleh ini berdinamika dengan bakat ANALYTICAL yang tertarik dengan data, dan analisis untuk diklasifikasi dan mencari akar masalahnya. Selanjutnya saya akan uraikan sesederhana mungkin untuk memberikan gambaran yang jelas dengan bakat COMMUNICATION karena bagi orang dengan bakat RELATOR merasa hubungan dengan mitra, klien atau murid adalah hal yang penting untuk dijaga sampai kapanpun. Dan dengan bakat MAXIMIZER, membuat saya merasa mitra saya perlu diberikan pelayanan yang terbaik.
.
Begitulah, Talents Mapping teraplikasikan dalam kehidupan saya. Selain menemukan keunikan, karakteristik dan hal yang membahagiakan kita, kita juga dapat merumuskan area kebermanfaatan kita. Saya siap membantu anda menemukan diri anda yang otentik dan bagaimana menjadikannya bermanfaat. Sampai ketemu di sesi diskusi ya..