Sudah menjalani banyak hal, tapi belakangan mulai terasa lelah atau jenuh. Lalu muncul pertanyaan, “
Sebenarnya, apa yang paling sesuai dengan diriku?”
Mungkin kamu pernah atau bahkan sedang ada di titik itu.
Halo, saya Ayu. Saya pun pernah mengalaminya. Setelah berkelana di dunia korporat, startup, industri kreatif, hingga sempat berwirausaha, saya akhirnya menemukan Talents Mapping sebagai bagian dari perjalanan untuk lebih mengenal diri dan memahami cara saya menjalani berbagai peran.
Kini, di usia 40-an, sembari menjalankan peran utama menemani Ibu di rumah, saya semakin memahami bahwa mengenal diri bukan tentang menemukan satu jawaban yang berlaku selamanya.
Kadang, kita hanya perlu lebih memahami bagaimana diri kita bekerja secara alami —apa yang membuat kita berenergi, bagaimana kita cenderung berpikir dan bertindak, serta aktivitas seperti apa yang mungkin terasa lebih cocok untuk kita. Itulah yang ingin saya temani melalui Talents Mapping.
Selain mendampingi individu melalui proses asesmen, saya juga dipercaya menjadi fasilitator dan mentor bagi rekan sesama praktisi. Bagi saya, semuanya punya benang merah yang sama: membantu seseorang memahami potensinya dan menemukan cara untuk menggunakannya dengan lebih tepat.
Kalau kamu ingin mulai mengenal dirimu, ada dua pilihan yang bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu:
TMA Personal
Untuk kamu yang ingin lebih memahami diri dan pola perilakumu.
TMA Professional
Untuk kamu yang ingin mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap, sekaligus melihat aktivitas apa saja yang kira-kira sesuai dengan pola alami dirimu.
Tidak harus langsung tahu mau ke mana. Mungkin, langkah pertamanya cukup dengan lebih mengenal siapa dirimu dan bagaimana kamu bekerja secara alami.