Konsultan
Sejak kecil kita selalu diajak untuk bercita-cita tinggi. Tapi pernah nggak sih kita dikasih tau cara mencapainya?
Ngaku deh, apalagi yang tahun lahirnya 2000-an ke atas, apakah waktu kamu sekolah dulu:
• dikasitau apa itu tujuan hidup?
• gimana cara break-down cita-cita?
• dikasi informasi mengenai jenis pekerjaan/profesi yang ada di dunia?
• dikasi informasi berbagai pilihan studi, apa aja yang dipelajari, dan gimana prospek ke depannya?
• diajarin bikin individual plan biar cita-cita nggak jadi wacana?
Mungkin ada di antara kamu yang diajari hal-hal itu. But well, I hear you. Kebanyakan dari kita nggak diajarin baik oleh sekolah maupun oleh orang tua kita. Dan nggak semua dari kita punya akses terhadap itu. Yes, i'm talking about privilege. But nope, kita nggak akan debatin soal privilege disini. Tapi aku pengen kamu tahu, sebenernya kita punya PILIHAN untuk merubah hidup kita sendiri.
Dari kecil, aku selalu bertanya ke diriku sendiri: "Aku bisa apa?"
Ketika yang lain bisa main piano, pintar di olahraga, ikut berbagai macam lomba - aku tidak punya kesempatan untuk meraih hal yang sama. Entah karena nggak ada akses untuk les atau semata-mata nggak dipilih sama guru. Jadi murid yang biasa aja.
Akhirnya waktu kuliah aku jadikan payback moment karena merasa waktu sekolah 9 tahun masih nggak tahu apa yang harus aku lakukan di masa depan. Akhirnya segala kegiatan aku ikuti. Aku ikut banyak organisasi, banyak kegiatan keluar kampus, semata-mata hanya pengen menuhin CV. Capek iya, tapi masih bingung juga tuh waktu merangkai pengalaman di CV. Nggak fokus aja gitu.
Setelah aku dapat cukup waktu sendiri selama pertukaran pelajar di luar negeri, aku memutuskan untuk menentukan satu hal yang ingin aku pelajari. Dari luasnya topik kesehatan masyarakat, aku pilih fokus kesehatan dan pemberdayaan remaja. Sampai saat ini, aku punya 8 tahun pengalaman di bidang pemberdayaan remaja dan penelitian kesehatan masyarakat.
Aku belajar dan bekerja di isu yang aku suka, bertemu dengan banyak orang, dapat kesempatan untuk berbagi, hingga bekerja di lembaga internasional. Dari pengalamanku, aku disadarkan fakta bahwa selama ini remaja dihadapkan pada tuntutan sosial, terutama remaja perempuan. Hal ini mengingatkan aku pada diriku sendiri yang sulit melewati masa remaja dengan berbagai tantangannya.
Maka dari itu, aku ingin berkontribusi untuk tidak menciptakan lebih banyak aku - yang clueless, yang kebingungan, yang merasa sendirian - di dunia ini.
Hingga akhirnya aku bertemu dengan Talents Mapping di tahun 2021 dan itulah AHA moment di fase hidupku berikutnya. Tools ini memang hanya satu dari banyak cara untuk menjadi produktif. Tapi kalau kamu:
• pengen mengenal lebih dalam dirimu sendiri
• pengen menyingkap apa bakatmu sebenarnya
• pengen tahu kamu sebenernya bisa apa sih
Maka Talents Mapping bisa jadi jawabannya.
Apa yang kita lakukan saat ini, keputusan apa yang kita ambil saat ini, akan berdampak pada masa depan kita. Hidup produktifmu dimulai dari sekarang.